Selasa, 23 Desember 2014

Apakah Kamu Tahu?

Untuk kamu yang ingin tahu

Dik, apakah kamu tahu?
Aku menyukai sederhanamu
Sekalipun sederhanamu tak semewah
Oksigen untuk manusia

Dik, apakah kamu tahu?
Aku menyukai kemanisanmu
Meski telah kau sembunyikan
Manismu tetap tak terelakan

Dik, apakah kamu tahu?
Aku menyukai asamnya sikapmu
Asam yang menghampar warna
Warna-warna yang mengajak berkelana

Dik, apakah kamu tahu?
Aku menyukai pedasnya prilakumu
Pedas yang dapat mengetar bibir
Syukur pun terpanjat untuk air

Dik, apakah kamu tahu?
Aku menyukai;
Sederhanamu
Manismu
Asammu
Pedasmu

Ya, kamu itu tahu!

Tahu gejrot!


Serpong, Desember 2014

Minggu, 14 Desember 2014

Adakah Lebih Nyata dari Pelangi Sehabis Hujan?

Ia terperangah
Tak perlulah engkau gemetar.
Memang hujan menggoyah langkah
Kau mampirlah barang sebentar

Apakah tak lagi kau kenali?
Jalan-jalan yang membawamu kemari

Tak perlu pelangi menyapa
Ada yang lebih nyata
Tak perlu berselendang sutra
Sederhana saja sudah sempurna

Mendekatlah!

Aku ingin kau!

Pelangiku sehabis hujan


Serpong, November 2014
Teruntuk: Tukang Cuanki diujung jalan
Dari: Aku yang sedang lapar dan penuh harap